(Not) Siblings Rivalry

Punya dua bocah laki-laki terpaut 5 tahun berarti punya rumah yang tidak pernah sepi. Berisik. Lagi main, berisik. Abis itu bertengkar, berisik. Lalu ketawa, berisik. Lalu nangis, berisik juga. Kirain beda usia yang cukup jauh bisa merendam persaingan, perdebatan, perselisihan di antara mereka. Ternyata yaaaaaa gitu deh.

Dalam seminggu ini, saya dikejutkan dengan beberapa kejadian menyangkut perkembangan Attar dan pengaruh Raka.

Ketika di kelas Attar ditanyakan siapa yang mengajari surat Al Fatiha, Attar dengan mantap menjawab “denger dari kakak

Lalu di kelas musik, Attar sudah bisa lagu baru yang belum pernah diajarkan sebelumnya. Saya tanya kok udah bisa, Attar mantap menjawab “diajarin kakak



Saya telepon Attar dan ia semangat banget cerita bahwa ia ikut Kumon (tidak ada yang suruh) karena pengen bisa matematika seperti kakak.



This is supposedly a good thing, right? Raka is a big influencer, Attar is a big learner. I don’t need to worry about anything, right? Look at the bright side, emak bisa kipas-kipas ngeliat anak-anaknya belajar mandiri 😅

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s